Teringat jaman² kuliah waktu bercanda dengan temen². Apa kabar kalian semua teman sehatiku. . .
Sungguh saat ini adalah salah satu saat yang paling ‘menyesakkan’ dada saking bahagianya. Sebuah pertanyaan sejak masih kuliah, mampukah aku?
Dan pertanyaanku sendiri Alhamdulillah berkat Rahmat dan Kasih SayangNya terjawab. 2 strip telah mewakili sebuah jawaban besar masa kemarenku sampai saat ini.
Segala puja dan puji karena Kau telah berikan aku hadiah terindah dalam kehidupanku hingga detik ini.
Segala puja dan puji karena Kau mempercayaiku untuk menjaga amanatmu.
Semoga Kau terus berikan aku kesempatan untuk menjadi hambamu, untukku memberikan yang terbaik untuk diriku, keluargaku, orang tuaku, guru² ku, teman² ku.
Allahu Allah
Allahu Akbar
( teruntuk Panjenenganipun, teruntuk engkau, dan ini untuk kamu )
Dengan seijinmu Ya Rob dia yang membuatku sadar akan arti kedewasaan
Dengan seijinmu Ya Rob dia membuatku faham akan arti tanggung jawab seorang laki-laki
Dengan seijinmu Ya Rob dia membikin aku hebat dimata manusia lain
Dengan seijinmu Ya Rob dia telah merubahku menjadi sosok yang nyaman untuk lingkungan sekitarku
Dengan seijinmu Ya Rob dia semakin membuat aku mendekat kepadaMu
Dengan seijinmu Ya Rob dia memaksa aku untuk menyempurnakan kelelakianku
Dengan seijinmu Ya Rob dia memposisikan aku selayaknya manusia sejati
Dengan seijinmu Ya Rob aku memohon Kau ampuni dosanya
Dengan seijinmu Ya Rob aku memohon Kau jadikan dia perempuan indah disisiMu
Dengan seijinmu Ya Rob aku memohon Kau hadiahkan surga karena pengabdiannya kepadaku
Dengan seijinmu Ya Rob aku ingin menikahinya, menjadikan dia ibu dari anak-anakku
Sungguh membuat sesak di dada ketika mendapati kenyataan yang susah untuk dipecahkan, setidaknya untuk saat ini, untuk 5 hari terakhir ini.
Ketika asaku, keyakinanku, harapanku kusadari begitu hebatnya, dan aku harus berbenturan dengan pemahaman dari orang yang sangat aku hormati. Sosok manusia tersuper yang telah membuat aku menjadi manusia setengah dewasa ini.
Kusadari perjalanannanku setahun ini begitu membuat aku menjadi ‘pintar’ , setidaknya untuk urusan ‘pendewasaan’ ini. Untuk secuil tahapku tuk menjadi hamba seutuhnya.
Aku menginginkan sebuah ketidakmungkinan di benak orang tuaku.
Dan lebih ‘pereh’nya, dia yang kuinginkan seakan tidak peduli dengan daya upayaku untuk mengupayakan kebahagiannya.
Ya Allah
Ya Cinta
Allahu Allah
Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku ..detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Ada disini… ditempat ini oh ho
Di pelupuk hatiku
Melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam ini) tak bisa ku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya) dan bukan waktunya
Apapun yang terjadi
Kau tau, sebenarnya hidupku menyenangkan… sudah cukup, cukup sudah cukup ku berbahagia
Tak sepatutnya kita , berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasaan di satu tanganku yang lain
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam ini) tak bisa ku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya) dan bukan waktunya
Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun serpihan yang dulu
Aku tak bisa membuatnya sempurna
Hanya keinginan terbaik bagi kita…. semuaanya
Kau datang disini, terlanjur, mengejutkanku
( semoga Dia menyelamatkanku dari goncangnya dunia )